Uncategorized

Jual Jam Catur Percasi Grosir

Jual Jam Catur Percasi Grosir

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Aturan menggunakan jam catur pasal 6

anjutan dari pembahasan kita selanjutnya mengenai aturan menggunakan jam catur pada pasal 6 peraturan catur fide laws of chess, kini kita bahas pasal 6.8 hingga selesai.

6.8 Bendera jam catur dianggap sudah jatuh kalau Wasit menyaksikan kejadiannya atau atas tuntutan yang sah dari pemain.
Pasal 6.8 : Wasit harus mencoba untuk mengawasi pertandingan dimana kedua pemain sedang mencapai krisis waktu, sehingga wasit bisa menyaksikan jam catur pemain mana yang jatuh terlebih dahulu. Tetapi bila tidak memungkinkan, maka wasit harus membuktikan tuntutan menang karena jam jatuh. Klaim pemain bahwa jam lawannya telah menunjukkan angka lebih banyak dari jamnya adalah tidak bisa menjadi bukti kalau jam lawannya jatuh terlebih dahulu. Bila tidak dapat dibuktikan jam pemain mana yang jatuh terlebih dahulu, maka berlaku pasal 6. 11

jual jam catur di surabaya

6.9 Kecuali jika berlaku Pasal 5.1 atau 5.2 (a), (b) dan (c), maka jika seorang tidak memenuhi syarat jumlah langkah yang harus dibuatnya dalam jatah waktu yang sudah ditetapkan, maka pemain itu dinyatakan kalah. Namun, pertandingan dinyatakan remis, kalau posisi yang terjadi menyebabkan lawannya tidak mungkin me-mat-kan pemain itu dengan rangkaian langkah sah yang bagaimanapun, walau menghadapi pemain yang sama
sekali tidak terampil.

Pasal 6.9 : Pemain yang jamnya jatuh tidak otomatis kalah. Jika posisi yang terbentuk adalah posisi buntu, atau bangunan dimana tidak mungkin terjadi skak-mat, maka pertandingan dinyatakan remis. Contoh kasus : Pemain yang memiliki Raja dan Benteng vs Pemain yang memiliki Raja dan Kuda. Jika Pemain yang memiliki Raja dan Benteng jamnya jatuh tanpa ada tuntutan remis sebelumnya, maka pemain tersebut dinyatakan kalah. Karena terdapat rangkaian langkah yang sah untuk membentuk bangunan skak-mat pada bangunan Raja dan Benteng vs Raja dan Kuda. Bagaimanapun bangunan tersebut secara tidak wajar dapat terjadi.
Yang dimaksud walau menghadapi pemain yang sama sekali tidak terampil adalah misal : Pemain Putih memiliki Raja, beberapa pion dan beberapa perwira. Sedangkan Pemain Hitam memiliki Raja dan Satu pion. Pemain Putih jamnya jatuh, maka Pemain hitam dinyatakan menang. karena pemain Putih yang jamnya jatuh dianggap sama sekali tidak terampil dan Hitam mempunyai serangkaian langkah sah untuk bisa mematikan Raja Putih, dengan cara memakan habis semua perwira dan bidak Putih dan Hitam mempromosikan bidaknya menjadi Menteri.

6.10 a. Setiap petunjuk waktu yang diberikan oleh jam catur dianggap menentukan dalam hal ini tidak terdapat kerusakan yang nyata. Jam catur yang jelas-jelas rusak haruslah diganti. Wasit hendaklah mempertimbangkan sebaik-baiknya dalam menetapkan berapa waktu yang harus tertera pada jam catur pengganti itu

b. Bila selama pertandingan ditemukan kerusakan yang nyata dalam jam catur, pemain atau wasit harus menghentikan jam catur dengan segera. Wasit harus memperbaiki jam dan mempertimbangkan hitungan langkah dalam menetapkan berapa waktu yang tertera pada jam catur yang diperbaiki;

Pasal 6.10 (b) : Diterapkan pada jam catur digital yang rusak saat digunakan. Jika terjadi kerusakan/macet saat digunakan, maka wasit harus segera bertindak.

6.11 Jika kedua bendera jam catur jatuh dan tdak bisa dipastikan bendera jam catur siapa  yang jatuh lebih dulu, maka :
a. Permainan harus dilanjutkan kalau kejadiannya dalam tahap waktu pikir apa saja, kecuali tahap akhir.
b. Permainan berakhir remis kalau kejadiannya dalam tahap waktu akhir, di mana para pemain harus menyelesaikan seluruh langkahnya sampai selesai.

Pasal 6.11 (a) : Pertandingan dilanjutkan hanya jika ada waktu pikir tahap selanjutnya, Misal : turnamen menggunakan waktu pikir 20 langkah dalam 1 jam diikuti dengan 40 langkah dalam 2 jam. Jika kedua jam catur pemain jatuh sebelum mencapai langkah ke-20, maka pertandingan dilanjutkan menggunakan waktu pikir selanjutnya, yaitu 40 langkah dalam 2 jam. Maka dalam kasus ini, kedua pemain harus menyelesaikan permainan hingga langkah ke-60 menggunakan waktu pikir selanjutnya, yaitu 2 jam.

6.12 a. Kalau permainan terpaksa dihentikan, maka Wasit harus mematikan kedua jam catur
b. Seorang pemain hanya boleh mematikan jam catur kalau dia memerlukan bantuan Wasit, misalnya langkah promosi sudah dijalankan, tetapi buah pengganti bidak tidak tersedia
c. Wasit harus memutuskan kapan permainan bisa dimulai kembali
d. Jika seorang pemain mematikan jam catur untuk meminta bantuan Wasit, maka Wasit akan menilai apakah perbuatan itu memiliki alasan yang tepat. Jika ternyata pemain itu tdak memiliki alasan yang tepat ketika mematikan jam catur, maka dia harus dihukum sesuai dengan Pasal 13.4.

Pasal 6.12 (a) Jika alarm tanda kebakaran berbunyi atau tiba-tiba terjadi lampu mati, maka Wasit harus segera mengumumkan “Harap semua jam catur segera di ¬–PAUSE atau dihentikan sejenak”. Jangan mengatakan “Harap semua jam catur di –STOP atau di matikan”. Dalam hal alarm tanda kebakaran berbunyi, maka seluruh pemain harus diarahkan untuk meninggalkan gedung tempat pertandingan, melalui pintu darurat.
Pasal 6.12 (b) Kasus lain dimana jam catur harus dihentikan adalah ketika terjadi langkah ilegal, atau bila ada klaim dari pemain.

6.13 Kalau terjadi posisi tdak sah/atau buah catur harus ditata kembali seperti posisi sebelumnya, maka Wasit hendaklah mempertimbangkan sebaik-baiknya untuk menentukan berapa waktu yang harus tertera pada jam catur kedua pemain. Kalau perlu, dia juga harus mengatur kembali hitungan langkah pada jam catur itu.

6.14 Peragaan berupa layar, monitor, atau papan demonstrasi yang memperagakan posisi yang sedang terjadi di papan catur, notasi langkah dan jumlah Langkah yang sudah dijalankan, serta jam catur yang juga memperlihatkan jumlah Langkah, diperkenankan berada di arena pertandingan. Tetapi, para pemain tdak boleh menuntut hanya berdasarkan peragaan tersebut

Uncategorized

Produsen Peluit Elektrik FOX Grosir

Produsen Peluit Elektrik FOX Grosir

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Peluit adalah sebuah alat berukuran kecil terbuat dari berbagai bahan seperti kayu atau plastik yang mengeluarkan suara nyaring ketika ditiup. Peluit umumnya berbentuk lonjong dengan lubang kecil di bagian atas untuk perputaran udara. 

Peluit pada zaman dulu ada yang terbuat dari kayu, plastik, metal, aluminium, dan perak. Sedangkan, peluit yang banyak ditemui saat ini adalah yang terbuat dari plastik. Peluit terdiri dari berbagai jenis, mulai dari peluit biasa hingga peluit multifungsi. Ada peluit yang dilengkapi dengan gantungan kunci, kompas, dan termometer. Peluit inilah yang disebut dengan peluit multifungsi. Peluit bekerja dengan cara ditiup yang menyebabkan timbulnya aliran udara yang akan terpisah oleh sebuah plat tipis sehingga menimbulkan gesekan udara yang menyebabkan udara bergetar. 

Peluit pertama ditemukan oleh Joseph Hudson pada tahun 1868 di Birmingham, Inggris. Peluit pertama (berkode AADP4056) mulai digunakan oleh wasit William Atack pada pertandingan sepak bola di Nottingham Forest, dan pada saat itu peluit masih terbuat dari kuningan. Kemudian penggunaannya diperluas ke bidang kepolisian untuk membantu polisi yang sebelumnya mengatur jalan raya hanya dengan tangan dan suara. Perkembangan selanjutnya adalah peluit kacang polong atau dikenal dengan “Acme Thunderer”. Peluit kacang polong atau “Acme Thunderer” ini memiliki kontrol dan kekuatan suara yang lebih. Peluit masih terus berkembang hingga menjadi sebuah peluit dari plastik pada tahun 1914. Lalu, pada tahun 1920 peluit kacang polong dikembangkan lagi bentuk dan fungsinya agar menimbulkan kenyamanan bagi pemakainya. 

Dulu, sepak bola dimainkan tanpa peraturan yang ketat. Setelah banyak peraturan dipakai, barulah sepak bola memakai seorang wasit. Namun, wasit sering kesulitan memberi tanda ketika terjadi pelanggaran. 

Sejarah Peluit Sepak Bola di Dunia
Maka, muncullah ide memakai peluit. Pertandingan sepak bola pertama yang memakai peluit terjadi di Notthingham pada 1878. Jenis peluitnya masih sederhana. 

Warga Birmingham, Joseph Hudson, menemukan peluit yang lebih nyaring dan mudah dibunyikan dan diberi nama “Acme Thunderer”. Jenis peluit itu yang bertahan sampai sekarang. Model bisa berubah, tapi konstruksi dan desain dasar peluit yang dipakai sepak bola saat ini tak jauh berbeda dengan peluit yang ditemukan Hudson. 

Sejak itu, peluit memang terkenal. Hudson sendiri akhirnya terus memproduksi peluit tersebut. Pemakainya tak hanya di sepak bola, tapi juga kepolisian, transportasi kapal, sampai untuk musik reggae. 

Hudson sendiri akhirnya mendirikan pabrik peluit itu di Birmingham. Hingga sekarang, sudah hampir 200 juta peluit yang diproduksi pabrik tinggalan Hudson tersebut dan telah dipakai di banyak keperluan, utamanya sepak bola. Berikut beberapa model peluit yang diproduksi Hudson & Co. 

Jenis peluit pertama yang kemudian menjadi pakem sebagai peluit sepak bola. 



Kegunaan Peluit di Berbagai Bidang



Bidang kepolisian
Para polisi di jalan raya selalu melekatkan peluit di seragam coklatnya. Guna peluit bagi polisi adalah untuk memberitahukan pengendara mobil atau motor untuk bergerak dan bisa juga untuk memberitahu pengendara untuk menghentikan kendaraannya apabila terjadi pelanggaran. Para pengendara umumnya akan langsung mengerti apabila peluit ditiup oleh polisi. Berarti, pesan yang ingin disampaikan oleh polisi kepada pengendara dapat disampaikan melalui peluit ini. Untuk bidang kepolisian, peluit juga pernah digunakan para polisi di London namun sekitar tahun 1959 peluit sudah tidak digunakan lagi di sana karena telah muncul hand-held radios dan motor yang dianggap lebih praktis untuk daerah urban. 



Bidang Kesehatan
Bagi orang yang sedang sakit, misalnya cacat fisik, peluit juga memiliki peran penting. Seorang yang memiliki keterbatasan untuk bergerak bebas dan memerlukan bantuan perawat akan dimudahkan dengan adanya peluit. Jika orang yang sakit ingin memanggil perawat yang sedang tidak berada di sampingnya dan tidak mampu berjalan atau berteriak, peluit bisa menjadi alat bantu yang praktis. Dengan meniupnya, perawat bisa segera mengerti bahwa ia dipanggil dan akan segera datang menolong. 

Bidang Olahraga
Umumnya para pelatih olahraga atau guru olahraga di sekolah identik dengan peluit di sakunya. Peluit digunakan pelatih untuk memberi ritme atau hitungan pada gerakan olahraga yang dilakukan. Misalnya hitungan dalam olahraga senam atau memberikan tanda-tanda tertentu dalam pertandingan basket. Bunyi peluit pendek bisa diartikan sebagai waktu untuk mengoper bola atau tiupan panjang memberitahukan bahwa waktu permainan sudah habis. Hanya dengan tiupan nyaring peluit, para pemain akan mengerti dan menyudahi permainan yang sedang berlangsung. 

Selain pada olahraga basket, sepak bola juga bergantung dengan keberadaan peluit. Sejarah mengatakan bahwa peluit yang dipakai oleh wasit sepak bola lahir bersamaan dengan peluit yang digunakan polisi di London pada tahun 1878. Sebelumnya, wasit sepak bola hanya menggunakan teriakan, sebilah kayu atau saputangan. Semakin maraknya pertandingan sepak bola, khususnya di London, membuat peluit terus dikembangkan kemampuannya. Pada tahun 1930, peluit ditambah kekuatannya agar dapat mengimbangi gemuruh suara para penonton sepak bola di stadion, begitu pula penerapannya di Indonesia. 

Alat Bantu Parkir
Pekerjaan lain yang identik dengan peluit adalah profesi tukang parkir. Selain komando dari tukang parkir untuk mengarahkan kendaraan dan gerakan tangan untuk menunjuk arah yang dimaksud, peluit juga memiliki fungsi tersendiri. Tergantung dari bagaimana tukang parkir menggunakan peluit tersebut. Ada yang menggunakannya untuk memberitahu pengendara supaya berhenti atau sebagai pengganti suara mereka. Pengendara umumnya langsung mengerti pesan apa yang ingin disampaikan tukang parkir. Khusus untuk bidang ini, hanya dipakai di Indonesia saja. Di negara lain umumnya kurang mengenal pekerjaan sebagai tukang parkir. 

Pramuka
Pramuka merupakan salah satu kegiatan atau perkumpulan yang juga menggunakan peluit sebagai media komunikasi. Pramuka menggunakan peluit untuk memberitahukan pesan dalam regu atau komunikasi dalam jarak cukup jauh berupa tiupan-tiupan yang sudah ada aturannya. Bunyinya bisa dikatakan sejenis dengan morse. Setiap kata atau pesan memiliki bunyi tiupan yang berbeda. Lambang yang digunakan kemudian ditiupkan, berupa garis panjang (—–) untuk tiupan panjang, garis pendek (–) untuk tiupan pendek, dan juga titik (.)untuk tiupan sangat pendek. Setiap bunyi memiliki arti sendiri-sendiri. 

Peluit ultrasonik
Seperti halnya teknologi komunikasi yang lain, peluit juga mengalami perkembangan. Perkembangan ini adalah munculnya peluit ultrasonik. 

Peluit ultrasonik adalah peluit dengan tiupan berfrekuensi tinggi yang hanya dapat didengar oleh binatang dan dikhususkan untuk anjing. Seperti diketahui bahwa anjing sangat sensitif dengan suara berfrekuensi tinggi, maka dengan peluit ini, anjing bahkan yang berada di kejauhan pun dapat mendengar suaranya kemudian mereka akan berdatangan. Biasanya, peluit ini bekerja pada frekuensi 30-50 kHz. Manusia tidak bisa mendengar suara tiupan peluit tersebut. Peluit biasa yang hanya digunakan untuk membantu proses komunikasi antarmanusia telah berkembang menjadi peluit ultrasonik yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan hewan, khususnya anjing. 

Kegunaan peluit ultrasonik
Peluit biasa memiliki fungsi-fungsi yang beraneka rupa untuk membantu kegiatan manusia seperti yang telah dijelaskan di atas. Begitu pula dengan peluit ultrasonik ini juga memiliki beberapa kegunaan. 

Peluit ini memiliki banyak kegunaan terutama dalam hal-hal yang berhubungan dengan anjing. Contoh kegunaan dari peluit ini adalah 
• melatih seekor anjing 
• menaklukkan anjing yang sedang beradu 
• menghentikan gonggongan seekor anjing 

Peluit ultrasonik juga sudah digunakan di Indonesia. Biasanya penggunaan peluit ultrasonik ini adalah dalam hal melatih anjing untuk suatu keperluan, seperti keamanan atau kepolisian. Anjing-anjing pelacak tentu perlu banyak latihan, agar mereka lebih sensitif terhadap bau, bunyi dan gerak. 

Klik to Call
× Chat With Me