Uncategorized

Distributor Go-Up Tangga Wasit Atletik Tangga Timer

Distributor Go-Up Tangga Wasit Atletik  Tangga Timer

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Apa Sih Fungsi Hakim Garis Dan Wasit Kelima Saat Pertandingan Bola? Berikut Penjelasannya

Hakim garis, dalam panduan peraturan yang dikeluarkan FIFA, termasuk dalam asisten wasit. Di Indonesia, istilah asisten wasit merujuk pada official wasit yang berjumlah 4 orang, yaitu satu wasit, dua hakim garis, serta satu wasit cadangan yang memberi isyarat tambahan waktu dan pergantian pemain.

Dinamakan hakim garis, karena sepanjang pertandingan hakim garis berdiri diluar lapangan permainan sebelah kiri dan kanan posisi gawang, serta garislah yang menjadi track berlarinya.

Posisi hakim garis sebagai asisten wasit sama kedudukannya dengan wasit. FIFA sebagai induk olahraga sepak bola dunia sangat melindungi wasit. Begitu pun dengan penunjukkan wasit dalam suatu pertandingan, haruslah objekif dalam setiap keputusannya. Seleksi wasit juga ketat, dan ada lisensi untuk pertandingan tingkat dunia, regional, ataupun nasional.

Asisten wasit dalam pertandingan sepak bola ada juga asisten keempat, yang tempatnya dekat dengan official kedua tim yang sedang bertanding. Tugas asisten keempat diantaranya:

  1. Mengelola tugas administratif dalam suatu pertandingan
  2. Melakukan pergantian pemain
  3. Menunjukkan tambahan waktu (injury time)
  4. Mencatat skor, penerima kartu kuning dan kartu merah, dan lain-lain
  5. Menjadi penghubung antara wasit utama dengan official kedua tim jika terjadi keputusan atau protes
  6. Menggantikan wasit utama dalam kondisi terburuk, misal wasit utama dianggap tidak adil memimpin pertandingan.

Hakim garis (linesman) secara garis besar bertugas untuk memutuskan siapa yang berhak mengambil bola saat bola keluar, memutuskan posisi offside, dan membantu wasit mengamati pelanggaran yang terjadi di lapangan secara objektif. Bola keluar melewati garis panjang lapangan, maka lemparan kedalam. Sementara jika bola keluar melewati garis lebar lapangan, maka hukumannya tendangan sudut (corner kick).

Peran vital seorang hakim garis terlihat saat menentukan posisi offside. Jika biasanya wasit bisa menentukan pelanggaran sendiri, maka untuk pelanggaran offside wasit mengikuti keputusan hakim garis, meskipun tidak mutlak. Offside adalah situasi dimana posisi pemain lawan berada di belakang pemain terakhir kita sebelum bola diumpan.

Posisi ini membutuhkan kecerdikan seorang hakim garis yang menilai apakah pemain tim lawan posisinya melebihi pemain terakhir tim kita atau tidak. Karena seringkali di liga-liga top Eropa pelanggaran offside selalu tipis posisinya.

Diluar itu, hakim garis pun menjadi pertimbangan wasit untuk menentukan pelanggaran handsball atau dijatuhkan lawan (foul). Menjadi krusial saat pelanggarang terjadi di dalam kotak penalti. Karena suatu hal misal wasit telat sampai di kotak penalti, jadi wasit kurang bisa menilai pelanggaran suatu tim.

Selain itu hakim garis dapat lebih jeli melihat apakah bola sudah masuk gawang atau belum, ketika terjadi bola tipis melewati gawang sebelum masuk. Semua karena hakim garis memiliki keunggulan posisi, sementara wasit lebih acak pergerakannya.

Jika terjadi sesuatu, pelanggaran ataupun bola keluar, hakim garis cukup mengangkat benderanya sebagai komando kepada wasit. Merangkum pembahasan, tugas hakim adalah sebagai berikut.

  1. Mengangkat bendera untuk menunjukkan bola telah meninggalkan lapangan
  2. Jika melewati garis panjang lapangan, hakim garis ikut menentukan tim mana yang dapat lemparan kedalam
  3. Jika melewati garis lebar lapangan, hakim garis ikut menentukan apakah tendangan gawang atau tendangan sudut
  4. Mengawasi potensi offside pemain, dan mengangkat bendera jika terjadi offside
  5. Memberitahukan wasit jika ada yang melanggar aturan, termasuk foul dan handsball
  6. Memberikan pendapat jika diminta wasit terhadap suatu permasalahan

Selengkapnya, dibawah ini disajikan tugas dan wewenang asisten wasit sepak bola berdasarkan FIFA Laws of the Game 2010/2011. Peraturan ini hanya mengutip aturan 6 mengenai Asisten Wasit.

PERATURAN PERMAINAN FIFA 2010/11 ATURAN 6 ASISTEN WASIT

Tugas

Dua asisten wasit yang ditunjuk yang memiliki tugas, tunduk pada keputusan wasit, adalah untuk memberikan isyarat/tanda :

  • ketika seluruh bola meninggalkan lapangan permainan
  • tim mana yang berhak untuk suatu tendangan sudut, tendangan gawang atau lemparan ke dalam
  • ketika seorang pemain bisa dihukum karena dalam posisi offside
  • ketika pergantian pemain akan dilakukan
  • ketika kesalahan atau insiden lainnya terjadi di luar pandangan wasit
  • ketika pelanggaran telah terjadi setiap kali asisten wasit memiliki pandangan yang lebih baik dari wasit (ini termasuk, dalam situasi tertentu, pelanggaran yang dilakukan di area penalti)
  • ketika saat tendangan penalti, kiper bergerak dari garis gawang sebelum bola tersebut ditendang dan jika bola melewati garis

Bantuan

Para asisten wasit juga membantu wasit dalam mengontrol pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan. Secara khusus, Asisten Wasit bisa masuk lapangan permainan untuk membantu mengendalikan 9,15 m (10 yds) jarak.

Dalam hal gangguan yang tidak semestinya atau perlakuan yang tidak semestinya, wasit akan meringankan asisten wasit dari tugasnya dan membuat laporan kepada pihak yang berwenang.

Wasit Kelima

Beberapa tahun terakhir ini sepak bola mulai mengenal wasit kelima. Ia adalah orang yang berdiri diluar lapangan permainan, namun tetap dekat kotak penalti, dan berdiri di sepanjang lebar lapangan sepak bola. Dia bisa lebih jelas memperhatikan bola sudah melewati gawang apa belum, lalu melihat pelanggaran yang terjadi di dalam kotak penalti.

Peraturan ini digagas oleh mantan presiden FIFA, Sepp Blatter. Blatter tidak mau teknologi menguasai penuh mengatur permainan sepak bola. Dia lebih memilih menambahkan wasit kelima selain menerapkan goal line technology yang keakuratannya sudah tidak diragukan lagi, karena dipakai luas di olahraga lain seperti tenis dan bulu tangkis.

Peraturan wasit kelima mulai diuji coba saat kejuaraan Euro 2012 dan sekarang dipakai di kompetisi-kompetisi Eropa semacam Champions League dan Europa League.

Klik to Call
× Chat With Me