Uncategorized

Distributor MAESTRO Heavy Bag 80 cm Grosir

Distributor MAESTRO Heavy Bag 80 cm Grosir

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Teknik tinju untuk pemula

Para petinju sukses melatih berbagai teknik pukulan jauh sebelum mereka memasuki ring. Apakah menggunakan teknik tinju bayangan (shadow-boxing) atau sansak berat (heavy bag), para petinju baru harus memusatkan perhatian pada teknik tinju yang tepat ketika melepaskan pukulan.

Setelah mereka terbiasa melontarkan berbagai macam pukulan, biasanya para petarung mengembangkan kombinasi, di mana mereka melapaskan pukulan mematikan terhadap lawan mereka. Beberapa pukulan paling efektif dalam teknik tinju di antaranya:

1. Pukulan jab

Biasanya dilakukan menggunakan tangan depan yang lebih lemah, pukulan jab membantu menjauhkan lawan dari Anda. Jab adalah pukulan pendek. Untuk memaksimalkan efektivitas pukulan jab, para petinju profesional memilin lengan dan pergelangan tangan mereka sebelum melakukan kontak dengan lawan.

2. Pukulan silang

Berbeda dengan pukulan jab, yang dilontarkan secara lurus di depan tubuh, teknik pukulan ini dilontarkan dengan tangan yang kuat dengan gerak sedikit ke atas melintasi badan. Bahu membantu memberi tenaga pada pukulan silang.

3. Pukulan hook

Pukulan hook bisa dilontarkan ke kepala atau badan lawan mana saja yang tidak terlindungi. Pukulan ini kerapkali dikombinasikan dengan pukulan-pukulan lain. Lontaran yang bersifat menyapu merupakan kelemahannya, sehingga Anda rentan mendapat pukulan balasan.

4. Pukulan uppercut

Ini merupakan pukalan ke atas yang dilontarkan oleh tangan manapun yang sangat efektif pada jarak dekat.

5. Kombinasi

Setelah Anda menguasai berbagai cara memukul, Anda bisa menciptakan berbagai kombinasi. Kombinasi pertama yang dipelajari oleh kebanyakan petinju adalah kombinasi kuno 1, 2 (sebuah pukulan jab diikuti dengan sebuah pukulan silang). Kombinasi efektif lainnya adalah dengan menambahkan sebuah hook pada pukulan 1, 2. (Jika Anda menggunakan tangan kanan, berarti jab kiri diikuti dengan pukulan silang kanan dan diakhiri dengan hook kiri.)

Belajarlah untuk melontarkan dan memblokir pukulan

Bertinju bukan hanya soal melontarkan pukulan, meminimalisir pukulan lawan merupakan bagian penting dari permainan ini juga. Berikut beberapa gerakan standar dalam bertinju untuk menghalangi pukulan lawan di antaranya.

1. Menangkis

Setelah mengangkat kedua sarung tangan Anda ke atas dan dagu menurunkan dagu, tangkisan mungkin merupakan teknik pertahanan paling mendasar dalam bertinju. Untuk menangkis, gunakan saja kedua tangan Anda untuk menangkis pukulan lawan ketika datang.

2. Menghindar

Menghindar dilakukan dengan cara memutar pinggang dan bahu dengan tajam ketika lawan melontarkan pukulan yang diarahkan ke kepala Anda.

3. Memblokir

Ketika memblokir sebuah pukulan, Anda tidak melakukan apa-apa untuk menghndari kontak. Anda akan merasakan dampak dengan kedua sarung tangan Anda dan bukan tubuh Anda.

4. Naik turun dan berkelit

Naik turun dilakukan dengan cara menekuk kaki untuk menghindari pukulan tinggi seperti pukulan hook ke arah kepala. Seringkali diikuti dengan berkelit. Berkelit dilakukan dengan cara membungkukkan badan di luar jangkauan sarung tinju lawan yang diulurkan.

Uncategorized

Go-up Hand Glove Karate Pro Practice S Merah

Go-up Hand Glove Karate Pro Practice S Merah

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Teknik, Pertandingan, Dan Peralatan Dalam Pertandingan Seni Bela Diri Karate

Jika sebelumnya sayaane meng-share tentang Definisi / Pengertian Karate.Sekarang saya akan berbagi info tentangTeknik, Pertandingan, Dan Peralatan Dalam Pertandingan Seni Bela Diri Karate. Jika agan dan sista suatu hari ingin menjadi seorang yang jago karate, maka agan dan sista wajib baca artikel ini, ok! Dalam artikel ini akan menjelaskan tentang beberapa teknik dalam karate, jenis pertandingan dalam karate, dan peralatan-peralatan yang digunakan dalam pertandingan karate. Ok, tanpa basa-basi lagi langsung aja gan baca nih di bawah ini.

 

Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata (jurus) dan Kumite(pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) danruyung (nunchaku). 

Kihon

Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.

Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.
Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

Kumite

Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti “pertemuan tangan”. Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajarikumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.
Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan(sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
Untuk aliran “kontak langsung” seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukankumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.
Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :

  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.
Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata(bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:

  • Shotokan : Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.

Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Luas lapangan

  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.

Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Peralatan dalam pertandingan karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate

  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
  6. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  7. Seragam wasit/juri
    • Baju putih
    • Celana abu-abu
    • Dasi merah
    • Sepatu karet hitam tanpa sol
  8. Papan nilai/n scoring board
  9. Administrasi pertandingan
  10. bendera merah & biru untuk juri
  11. Peluit untuk wasit
Klik to Call
× Chat With Me