Uncategorized

Harga Stick Softball Lokal Uk 30 Murah

Harga Stick Softball Lokal Uk 30 Murah

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Pengertian Softball Lengkap (Teknik Dasar, Ukuran Lapangan, dan Cara Memainkannya)

Selamat siang, jumpa lagi bersama mimin yang pada kesempatan yang baik ini akan membagikan ulasan seputar Pengertian Softball. Softball merupakan salah satu olahraga yang dimainkan oleh dua tim atau regu. Yuk untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Softball Lengkap (Teknik Dasar, Ukuran Lapangan, dan Cara Memainkannya)

Pengertian Softball

Softball adalah adalah satu jenis permainan olah raga yang dimainkan secara beregu yang terdiri atas 2 tim. Masing-masing tim berjumlah 9 orang dan dipimpin oleh satu kapten. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis, yakni baseball (bisbol) atau hardball.

Permainan softball berasal dari Amerika Serikat dan diciptakan oleh George Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Diameter bola softball adalah 28-30,5 cm. Dalam permainan softball, terdapat sebuah regu yang berjaga (defense) dan tim yang memukul (offense).

Cara memainkannya adalah bola tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran pemain lawan yang memukul (batter) dengan menggunakan tongkat pemukul (bat). Tiap tim berlomba untuk mengumpulkan angka atau run dengan cara memutari tiga seri marka (base) pelari sampai menyentuh marka yang terakhir yang disebut dengan home plate.

Tim atau regu yang berhasil mencetak angka atau run terbanyak dalam inning yang telah ditentukan adalah pemenangnya. Durasi atau lamanya permainan softball adalah 7 inning atau selama waktu 2 jam. Permainan softball minimal membutuhkan satu sampai tujuh

Lapangan Softball

Lapangan softball memiliki bentuk bujur sangkar. Lapangan softball dibagi menjadi 2 daerah, yaitu daerah fair (fair territory) dan daerah foul (foul territory). Daerah fair ini kemudian dibagi menjadi 2 bagian, yakni bagian dalam (Infield), dan bagian luar (outfield).

Di dalam daerah dalam terdapat 4 marka (base), setiap marka ini kemudian diberi nomor berlawanan dengan arah jarum jam, dimulai dari marka awal yang disebut home plate, diteruskan dengan marka pertama, marka kedua dan marka ketiga. Marka berbentuk bujur sangkar dengan sisi 38 cm (15 inci) yang dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Sudut dari keempat marka membentuk bentuk empat persegi yang disebut dengan berlian (diamond). Di belakang home plate terdapat batasan yang disebut backstop sejauh 7,62 dan 9,14 meter.

Dibawah ini adalah gambar diagram softball.

Pengertian Softball Lengkap (Teknik Dasar, Ukuran Lapangan, dan Cara Memainkannya)

Baca Juga : Pengertian Tabligh, Tata Cara, Unsur, dan Fungsi Tabligh

Teknik Dasar Permainan Softball

Dalam memainkan permainan softball, ada beberapa teknik yang dapat digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Teknik Melempar Bola

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melempar bola adalahmelempar bola. Cara memegang bola softball diantaranya bola dipegang, beri jarak antara bola dengan telapak tangan sehingga terdapat rongga. Jari telunjuk dan jari tengah digunakan untuk menekan bola, sedangkan ibu jari dan jari lainnya digunakan untuk menahan bola agar tidak jatuh. Pelambung bola dalam permainan softball disebut dengan pitcher.

Lemparan dalam softball dibedakan menjadi 3 macam, yakni ;

Lemparan Atas (Overhand Throw)

Pada saat melempar bola, ayunan tangan ayunan tangan dan langkah kaki secara bersamaan dengan berat badan bertumpu pada kaki yang di depan, badan sedikit condong ke belakang.

Lemparan Samping (Sidehand Throw)

Dalam lemparan samping, lengan bawah sejajar dengan bahu dan sedikit lecutan pergelangan tangan.

Lemparan Bawah (Underhand Throw)

Lemparan bawah umumnya digunakan dalam keadaan darurat dan dilakukan dalam waktu yang cepat, posisi tubuh membungkuk dengan kedua kaki ditekuk.

Teknik Dasar Menangkap Bola

Berdasarkan arah datangnya bola, teknik dasar menangkap bola dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

Bola Atar (Straight Ball)

Posisi badan saat menangkap bola dengan teknik ini adalah berdiri, kaki kangkang, pandangan lurus ke depan ke arah datangnya bola, posisi kedua tangan siap di depan dada. Bola ditangkap dengan menggunakan tangan kiri yang memakai glove,sedangkan tangan kanan bersiap untuk melempar bola.

Bola Lambung

Posisi badan saat melakukan tekni yang satu ini adalah ditempatkan tepat di mana bola akan jatuh. Bola tersebut kemudian ditangkap dengan satu tangan atau dua tangan secara bersamaan.

Bola Menggelinding (Ground Ball)

Cara yang digunakan untuk menangkap bola yang menggelinding adalah dengan cara berlutut dan tangan yang memakai glove ditempatkan tepat pada arah datangnya bola, sedangkan tangan yang lainnya bersiap untuk menangkap dan melempar bola.

Teknik Dasar Memegang Kayu Pemukul (Bat)

Cara memegang kayu pemukul atau bat dalam permainan softball adalah dengan cara pemukul atau kayu tersebut dipegang erat-erat tangan merapat atau sedikit renggang dengan posisi tangan kanan di sebelah atas dan tangan kiri di sebelah bawah.

Teknik Dasar Memukul Bola

Teknik dasar memukul bola dapat dibedakan menjadi 2 pukulan, yakni sebagai berikut.

Pukulan swing
Sikap awal

Sikap awal dalam pukulan swing adalah berdiri dengan kedua kaki dijarangkan. Kemudian kaki kiri diputar mengarah lurus dengan pitcher. Berat badan bertumpu pada kedua kaki dan badan sedikit condong ke depan. Pemukul dipegang erat-erat oleh kedua tangan dan posisi memukul sedemikian rupa sehingga tepat di atas bahu. Pandangan lurus kearah datangnya bola serta lengan kanan lebih rendah dibandingkan lengan kiri.

Sikap Saat Memukul

Jika bola sudah dilempar oleh pitcher,

Setelah bola dilempar oleh pitcher, selanjutnya bola segera dipukul secara tepat dengan mengayunkan pemukul ke arah datangnya bola yang dilemparkan. Posisi badan adalah kaki kanan sedikit ditekuk dan kedua tangan diluruskan.

Sikap Akhir

Setelah bola berhasi dipukul, selanjutnya gerakan ayunan bat sebagai gerakan lanjutan.

Pukulan Tumbuk (bunt)

Pengertian pukulan tumbuk adalah memukul bola tanpa harus mengayunkan pemukul tetapi cukup menahan arah datangnya bola sehingga bola akan jatuh dekat dengan si pemukul. Pada waktu pukulan tumbuk atau bunt, sikap kedua kaki cukup dengan posisi kaki disejajarkan dengan arah datangnya bola.

Uncategorized

Distributor Shiamiq Lembing Alumunium Practice 180

Distributor Shiamiq Lembing Alumunium Practice 180

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

Teknik Melempar Lembing – Atletik disebut sebagai induk olahraga karena terdiri dari banyak cabang olahraga, antara lain lari, lempar, tolak, lompat, dan loncat. Apakah Anda pernah melakukan salah satu cabang olahraga atletik tersebut? Pastinya pernah karena saat dibangku sekolahpun kita diajarkan mengenai beberapa cabang atletik contohnya berlari.

Olahraga lari, lempar, tolak, lompat ataupun loncat sering dilombakan secara professional dalam berbagai ajang kejuaraan. Semua cabang olahraga tersebut memiliki teknik yang sangat beragam. Pada materi pelajaran mengenai cabang atletik, kali ini akan membahas mengenai lempar lembing.

Lempar lembing adalah salah satu nomor olahraga yang terdapat dalam cabang atletik yang menggunakan alat bulat panjang menyerupai tombak yang cara kerjanya dilempar sejauh-jauhnya. Prestasi dalam lempar lembing diukur dengan hasil lemparan lembing sejauh mungkin. Dalam lempar lembing ada beberapa teknik yang perlu dikuasai, salah satu yang utama adalah melempar lembing. Bagaimana cara awalan yang baik, posisi badan, dan langkah-langkah sebelum melempar. Berikut cara lengkap bagaimana melempar lembing.

Cara Melempar Lembing Dalam Olahraga Lempar Lembing

Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum akhirnya lembing dapat dilemparkan dengan sempurna, diantaranya tahap awalan, lemparan, dan akhirran. Berikut penjelasan dari masing-masing tahapan.

a. Awalan

Awalan adalah gerakan permulaan dalam melempar lembing. Awalan dilakukan dengan cara langkah dan lari menuju ke batas tolakan. Awalan merupakan bagian pertama guna membangun kecepatan gerak yang diperlukan dalam lemparan, awalan juga menentukan lemparan akan jauh atau juga tidak.

Baca: Cara Memegang Lembing (Finlandia, Amerika, Tang)

Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan, dan telapak tangan menghadap ke atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri dari langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.

  1. Dengan jingkat (hop step)
  2. Dengan langkah silang di depan (rear cross step)
  3. Dengan langkah silang di belakang (rear cross step)

b. Melempar

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan pelemparan lembing adalah sebagai berikut.

1. Posisi Badan
Posisi badan baik tanpa awalan maupun dengan awalan adalah posisi badan berdiri tegak, kaki kiri lurus ke depan lemas, kaki kanan di belakang dengan lutut ditekuk serong ke belakang sehingga berat badan berada pada kaki kanan dan badan serong ke belakang, tangan kanan memegang lembing lurus ke balakang, ujung lembing berada di samping dan ekor lembing berada di belakang dekat tanah.

2. Irama Lima Langkah
Maksud dari lari awalan di sini adalah sepanjang 5-8 langkah sesuai dengan kamampuan dari lari (sprint), seperti suatu lari percepatan dan harus dalam satu garis lurus. Lembing masih dibawa dalam posisi setinggi kepala dengan mata lembing tetap menunjuk sedikit ke atas dan punggung tangan menghadap ke arah luar. Selama lari lengan yang membawa lembing bergerak hanya sedikit, sedangkan lengan yang lain bergerak sesuai dengan irama lari. Lima langkah mengikuti lari awalan yang siklis tanpa suatu gangguan/interupsi. Urutan langkah itu adalah kanan-kiri-kanan-kiri-lempar.

  • Langkah 1 sampai langkah 3 diawali dengan memegang lembing secara mendatar atau horizontal dan tangan ditekuk di atas bahu. Pada waktu mendarat pada kaki kanan gerakan lengan pelempar ke belakang setinggi bahu, telapak tangan pelempar menghadap ke atas dan pertahankan kecepatan lari ancang-ancang. Lembing dipegang dekat dengan kepala. Langkah 3 berfungsi sebagai persiapan untuk melakukan langkah berikutnya yaitu langkah 4 dorong.
  • Langkah 4 pada fase ini adalah fase langkah dorong dengan langkah yang lebih panjang dan datar terjadi sesudah mendorongnya dengan kaki kiri. Kaki kanan mendahului kaki kiri dan sebelum mendarat kaki kiri ada di depan kaki kanan lagi.
  • Langkah 5 kaki kiri mendarat pada tumit dan tetap dipertahankan lurus, kemudian lengan yang melempar tetap diluruskan setinggi bahu. Badan melengkung dengan penuh kekuatan dan kaki kiri diluruskan sepenuhnya dan Melempar pada saat kaki depan diluruskan. Putar pinggang dengan cepat ke depan, usahakan lengan kiri berada di dekat badan. Tarik siku kanan ke depan dan atas di sisi kepala.

3. Pelepasan Lembing
Gerakan pelepasan lembing adalah gerakan penting untuk suatu lemparan yang baik bahwa bahu, lengan atas, dam tangan bergerak berurutan. Mula-mula bahu melempar secara aktif dibawa ke depan dan lengan pelempar diputar, sedangkan siku mendorong ke atas.

Pelepasan lembing itu terjadi di atas kaki kiri. Lembing lepas dari tangan pada sudut lemparan kira-kira 45° dengan suatu gerakan seperti ketapel dari lengan bawah tangan kanan dan kaki kanan meluncur di tanah. Pada waktu lembing lepas terjadi pada suatu garis lurus dapat digambarkan dari pinggang ke tangan pelempar yang hanya sedikit ke luar garis vertikal, sedangkan kepada dan tubuh/torso condong ke kiri pada saat tahap pelepasan lembing. Lengan kiri ditekuk dan mengemblok selama pelepasan lembing.

c. Pemulihan

Pemulihan terjadi sebelum garis batas dengan suatu pembalikan arah lemparan ke kaki kanan. Lutut ditekuk secara signifikan dan pusat massa badan diturunkan dengan membengkokkan badan bagian atas ke depan.

Klik to Call
× Chat With Me